Thursday, January 05, 2006

Lanjutan liburan di Smg


Baru dua hari kami di Smg, ibuku harus diopname. Diabetes dan darah tinggi. Seminggu kurang lebih ibu di rawat di RS Telogorejo. Sementara kami juga sudah menginap di Hotel Graha Santika. Lebih dekat kalo mau kemana-mana. Noni bisa bobok enak karena ber AC. Di rumah kakak dimana ortu tinggal belum ada airco, Noni sering rewel. Kasihan, ngga bisa tidur.
Acara kami ngga banyak. Ketemu famili juga teman2 lama. Paling cucimata di superstore2. Kalo waktunya Noni tidur, kami bisa langsung balik ke hotel. Aku baca2 di kamar, Erik puter2 lagi. Lihat2 di counter elektronik. Aku malah ngga ada keinginan shopping kayak tahun2 lalu. Emang tujuannya buat nengok ortu dan famili. Yang ngga lupa, makan sate sama lumpia. Hm...lezaaat...

Suatu pagi, kami dapat surprise dari hotel. Taart coklat. Hari itu kami genap menikah 5 tahun. Juga Erik diam2 pesan buket mawar sama karyawati di situ, mbak Ninik. Kami berdua sempat ngerayain ultah perkawinan yg ke 5 tahun, dengan makan malam di Hotel Ciputra. Noni tetap kami ajak, biar jadinya ngga romantis tapi kami malah senang dia bisa ikut menikmati malam itu. Pulangnya, kami naik becak keliling Simpang Lima. Noni seneng, kami juga.

Karyawan hotel menyambut kami dengan ramah, bahkan kadang ikut momong Noni kalo ngga sibuk. Kadang sarapan juga mereka malah yg nyuapin Noni. Soalnya si kecil lagi seneng2 nya jalan, juga lari. Bahkan kami boleh liat2 Penthouse, Erik senengnya bukan main waktu diijinkan motret. Terima kasih buat servicenya, ngga akan kami lupakan pengalaman ini.

Hari-hari kami isi dengan puter2 kota. Erik nyarter taksi, buat motret kota Semarang. Tanjung Mas, Johar, Sam po kong, Tugu Muda, ngga lepas dari jepretan kameranya. Juga sempat ke Ambarawa-museum KA, dan Bandungan. Selain itu kami habiskan liburan kami di kota Semarang saja. Noni hampir tiap siang main di counter anak, di Citraland. Wah...senengnya bukan main. Selanjutnya, kami bikin janji dengan famili juga teman2 buat ketemu di hotel. Kangennya sudah terlunasi. Dan yg terlupakan, aku sempet nyanyi diiringi pak Bubi Chen, yg kebetulan dikontrak show 3 hari oleh pihak manajemen hotel. Beliau ramah sekali, juga sempat ngobrol sama Erik dalam bahasa Belanda.
Ngga terasa, 3,5 minggu telah berlalu. Dengan diantar bapak, kami berangkat dari hotel. Perpisahan dengan anak2 hotel begitu mengharukan. Airmata mengambang di pelupuk mata kami masing2. Noni belum mengerti. Senyumnya terus menebar. Ibu hanya menjemput kami di hotel, dan terus berlalu dengan taksi, ke rumah kakakku. Hampir bersamaan, 2 mobil meninggalkan hotel ini; hotel tempat dulu aku pernah kerja sebagai penyanyi hampir 3 tahunan.
Pikiranku berkecamuk. Sulit menerima perpisahan ini. Tapi status istri- dan ibu-dari...sudah menunggu. Sudah waktunya kami pulang, meninggalkan Indonesia.

Sampai di Solo, pintu gerbang airport belum buka. Jadi, kami putuskan keliling Solo sebentar. Mampir makan siang di Pizza Hut. Lalu kembali ke Airport. Setelah check in, aku pamitan dengan bapak. Beliau lalu kembali ke Smg, dengan mobil sewaan dan sopirnya. Daag, vader, opa...tot ziens...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home