Thursday, January 05, 2006

Liburan di Singapore

Mei 2005, sepulang dari Indonesia, kami masih ada waktu 3 hari buat jalan2 di Singapore. Erik sayangnya malam itu sakit. Agak demam. Pesawat dari Solo ke Singapore nyampenya malam, dan kami harus nunggu lama bus jemputan ke hotel, belum ngantri di resepsi hotel Carlton, semuanya makan waktu. Kami masuk kamar, dan mandi, tidak ada waktu buat jalan lagi. Noni yg ngga kenal lelah, masih seneng main ini itu. Angkat telefon juga. Malam belum begitu larut. Tapi capek lebih menguasai, ngantuk juga. Istirahat dulu ach......

Pagi, sarapan di hotel. Terus kami jalan2. Ngga lupa mampir di Starbucks. Coffee !!! Erik siap2 dengan kameranya. Negara yg terkenal disiplin soal kebersihan, negara modern yg dipenuhi gedung2 tinggi. Belum cewek2 nya yg berlalu lalang dengan tas2 designer, tinggi dan langsing. Noni seneng juga jalan2. Kadang sibuk ngejar2 burung dara yg lagi cari makan.
Tertib lalu lintas di Singapore, dan menyenangkan buat cuci mata jajaran superstore-nya. Hari pertama ini kami santai saja, keluar masuk toko, kadang berhenti buat makan. Menu tinggal pilih, dari masakan India, Melayu, China, juga Eropa. Kami pesan chinese food saja. Selera kami, dan yg pasti enak. Yummie.....!!!

Hari kedua, kami ke Sea World, juga naik cable car. Dipuas-puasin mengenal negara ini. Dan memang bagus, bersih terutama. Noni sering ngantuk, karena cuaca juga panas. Kita sendiri cepet capek dengan udara yg bikin berkeringat ini. Tapi vacation must go on, ngga ada pilihan lain. Waktunya singkat.

Hari terakhir, kami ke monumen nasionalnya. Ngga sampe siang, kami terus puter2 ke megastorenya. Lebih enak, ber AC. Noni lebih seneng lari2. Kami gantian ngawasinnya. Soalnya rame banget di mana-mana. Takut kalo dia sampe ngilang dari pandangan.

Malamnya, kami bersiap-siap lagi ke airport. Kali ini kami benar2 pulang, ke Belanda. Penerbangan malam sebenarnya enak, jamnya bisa buat istirahat. Hanya saja, Noni kena demam tinggi di dalam pesawat. Kadang2 nangis juga, karena badannya juga menggigil. Duh...kasihan, boboknya jadi terganggu. Sama sekali ngga mau makan. Anakku, liburan sudah usai koq malah kamu jadi sakit...

Lanjutan liburan di Smg


Baru dua hari kami di Smg, ibuku harus diopname. Diabetes dan darah tinggi. Seminggu kurang lebih ibu di rawat di RS Telogorejo. Sementara kami juga sudah menginap di Hotel Graha Santika. Lebih dekat kalo mau kemana-mana. Noni bisa bobok enak karena ber AC. Di rumah kakak dimana ortu tinggal belum ada airco, Noni sering rewel. Kasihan, ngga bisa tidur.
Acara kami ngga banyak. Ketemu famili juga teman2 lama. Paling cucimata di superstore2. Kalo waktunya Noni tidur, kami bisa langsung balik ke hotel. Aku baca2 di kamar, Erik puter2 lagi. Lihat2 di counter elektronik. Aku malah ngga ada keinginan shopping kayak tahun2 lalu. Emang tujuannya buat nengok ortu dan famili. Yang ngga lupa, makan sate sama lumpia. Hm...lezaaat...

Suatu pagi, kami dapat surprise dari hotel. Taart coklat. Hari itu kami genap menikah 5 tahun. Juga Erik diam2 pesan buket mawar sama karyawati di situ, mbak Ninik. Kami berdua sempat ngerayain ultah perkawinan yg ke 5 tahun, dengan makan malam di Hotel Ciputra. Noni tetap kami ajak, biar jadinya ngga romantis tapi kami malah senang dia bisa ikut menikmati malam itu. Pulangnya, kami naik becak keliling Simpang Lima. Noni seneng, kami juga.

Karyawan hotel menyambut kami dengan ramah, bahkan kadang ikut momong Noni kalo ngga sibuk. Kadang sarapan juga mereka malah yg nyuapin Noni. Soalnya si kecil lagi seneng2 nya jalan, juga lari. Bahkan kami boleh liat2 Penthouse, Erik senengnya bukan main waktu diijinkan motret. Terima kasih buat servicenya, ngga akan kami lupakan pengalaman ini.

Hari-hari kami isi dengan puter2 kota. Erik nyarter taksi, buat motret kota Semarang. Tanjung Mas, Johar, Sam po kong, Tugu Muda, ngga lepas dari jepretan kameranya. Juga sempat ke Ambarawa-museum KA, dan Bandungan. Selain itu kami habiskan liburan kami di kota Semarang saja. Noni hampir tiap siang main di counter anak, di Citraland. Wah...senengnya bukan main. Selanjutnya, kami bikin janji dengan famili juga teman2 buat ketemu di hotel. Kangennya sudah terlunasi. Dan yg terlupakan, aku sempet nyanyi diiringi pak Bubi Chen, yg kebetulan dikontrak show 3 hari oleh pihak manajemen hotel. Beliau ramah sekali, juga sempat ngobrol sama Erik dalam bahasa Belanda.
Ngga terasa, 3,5 minggu telah berlalu. Dengan diantar bapak, kami berangkat dari hotel. Perpisahan dengan anak2 hotel begitu mengharukan. Airmata mengambang di pelupuk mata kami masing2. Noni belum mengerti. Senyumnya terus menebar. Ibu hanya menjemput kami di hotel, dan terus berlalu dengan taksi, ke rumah kakakku. Hampir bersamaan, 2 mobil meninggalkan hotel ini; hotel tempat dulu aku pernah kerja sebagai penyanyi hampir 3 tahunan.
Pikiranku berkecamuk. Sulit menerima perpisahan ini. Tapi status istri- dan ibu-dari...sudah menunggu. Sudah waktunya kami pulang, meninggalkan Indonesia.

Sampai di Solo, pintu gerbang airport belum buka. Jadi, kami putuskan keliling Solo sebentar. Mampir makan siang di Pizza Hut. Lalu kembali ke Airport. Setelah check in, aku pamitan dengan bapak. Beliau lalu kembali ke Smg, dengan mobil sewaan dan sopirnya. Daag, vader, opa...tot ziens...

Liburan di Semarang

Rencana kami berlibur di Indonesia akhirnya terlaksana. Akhir April 2005 kami berangkat dengan Silk Air. Di Schipol, Amsterdam, Noni kelihatan antusias dengan orang2 yg lalu lalang, juga lampu2 di counters. Belum lagi liat2 Dutch merchandise, dia maunya pegang satu2. Noni baru belajar jalan, jadi kami harus benar2 perhatikan. Kasihan kalo sampe jatuh.

Di dalam pesawat, Noni aktif banget. So, kami gantian jalan2 nya. Giliran makan juga gitu. Aku tunggu sampe Erik kelar, soalnya aku kalo maem kayak jalannya siput. Laaambaaat....
Anak usia 0 sampe kurang dari 2 th, ngga dapet kursi. Jadi Noni duduk dipangkuan kami.
Perjalanan yg memakan waktu 15 jam sama sekali ngga menyenangkan. Tapi hanya dengan cara ini aku bisa ketemu orangtua dan famili lain juga teman2 di Semarang. Sejak liburan 2002, kami belum kembali lagi ke Indonesia. Kangennya udah menumpuk.

Di Singapore, kami turun. Saat itu jam 6 pagi. Kira2 jam tengah malam di Belanda. Jadi kami putuskan cari transit hotel. Karena penerbangan berikutnya masih harus nunggu 8 jam lagi. Untunglah, kami dapat kamar. Bisa beberapa jam beristirahat. Sampe di kamar, kami tertidur kelelahan. Dua jam kemudian, bangun lalu kami mandi. Noni sudah asik main knop tv, atau ceklak-ceklek tombol lampu kamar. Check out, terus kami bisa cuci mata di Chang-i Airport, sebelum kami harus check in lagi di pesawat.

Mendarat di Solo, perasaanku sudah ngga karuan. Ortu emang mau jemput dari Semarang. Noni mulai rewel karena perbedaan suhu yg banyak. Saat berangkat masih antara 10-15 C, begitu sampe di Indonesia sudah lebih dari 30 derajat C. Di Airport Solo, kami masih antri lagi, ngisi formulir, tanda tangan, ditanya ini itu, koper kami juga dibuka/diperiksa, sementara Noni sudah nangis kepanasan. Akhirnya prosedur berakhir. Hmmphh.......

Diluar sudah menunggu bapak ibu, mas Tono dan istrinya (mbak Indun), juga keponakanku Sany dan Naomi. Pakai 2 mobil. Duh, senangnya bisa kumpul lagi. Buat Noni, ini pengalamanan baru. Bertemu dengan keluarga besar di Semarang.
Perjalanan masih 2 jam lagi ke Semarang. Ibuku becanda dengan Noni, dia ketawa2 senang. Malamnya baru kami sampai di rumah. Tinggal capeknya doang....

(to be continued.....)