Liburan di Singapore
Mei 2005, sepulang dari Indonesia, kami masih ada waktu 3 hari buat jalan2 di Singapore. Erik sayangnya malam itu sakit. Agak demam. Pesawat dari Solo ke Singapore nyampenya malam, dan kami harus nunggu lama bus jemputan ke hotel, belum ngantri di resepsi hotel Carlton, semuanya makan waktu. Kami masuk kamar, dan mandi, tidak ada waktu buat jalan lagi. Noni yg ngga kenal lelah, masih seneng main ini itu. Angkat telefon juga. Malam belum begitu larut. Tapi capek lebih menguasai, ngantuk juga. Istirahat dulu ach......Pagi, sarapan di hotel. Terus kami jalan2. Ngga lupa mampir di Starbucks. Coffee !!! Erik siap2 dengan kame
ranya. Negara yg terkenal disiplin soal kebersihan, negara modern yg dipenuhi gedung2 tinggi. Belum cewek2 nya yg berlalu lalang dengan tas2 designer, tinggi dan langsing. Noni seneng juga jalan2. Kadang sibuk ngejar2 burung dara yg lagi cari makan.Tertib lalu lintas di Singapore, dan menyenangkan buat cuci mata jajaran superstore-nya. Hari pertama ini kami santai saja, keluar masuk toko, kadang berhenti buat makan. Menu tinggal pilih, dari masakan India, Melayu, China, juga Eropa. Kami pesan chinese food saja. Selera kami, dan yg pasti enak. Yummie.....!!!
Hari kedua, kami ke Sea World, juga naik cable car. Dipuas-puasin mengenal negara
ini. Dan memang bagus, bersih terutama. Noni sering ngantuk, karena cuaca juga panas. Kita sendiri cepet capek dengan udara yg bikin berkeringat ini. Tapi vacation must go on, ngga ada pilihan lain. Waktunya singkat.Hari terakhir, kami ke monumen nasionalnya. Ngga sampe siang, kami terus puter2 ke megastorenya. Lebih enak, ber AC. Noni lebih seneng lari2. Kami gantian ngawasinnya. Soalnya rame banget di mana-mana. Takut kalo dia sampe ngilang dari pandangan.
Malamnya, kami bersiap-siap lagi ke airport. Kali ini kami benar2 pulang, ke Belanda. Penerbangan malam sebenarnya enak, jamnya bisa buat istirahat. Hanya saja, Noni kena demam tinggi di dalam pesawat. Kadang2 nangis juga, karena badannya juga menggigil. Duh...kasihan, boboknya jadi terganggu. Sama sekali ngga mau makan. Anakku, liburan sudah usai koq malah kamu jadi sakit...



Ngga terasa, 3,5 minggu telah berlalu. Dengan diantar bapak, kami berangkat dari hotel. Perpisahan dengan anak2 hotel begitu mengharukan. Airmata mengambang di pelupuk mata kami masing2. Noni belum mengerti. Senyumnya terus menebar. Ibu hanya menjemput kami di hotel, dan terus berlalu dengan taksi, ke rumah kakakku. Hampir bersamaan, 2 mobil meninggalkan hotel ini; hotel tempat dulu aku pernah kerja sebagai penyanyi hampir 3 tahunan.


